Showing posts with label amr (DoReMiFaSoLaSiDo). Show all posts
Showing posts with label amr (DoReMiFaSoLaSiDo). Show all posts

Thursday, 18 August 2011

Hujan

Menjadi dewasa
pertama kali berdiri
semua yang datang dan pergi akan kau lihat sendiri

Kau ikutkan rasa hati
membawa diri dan pergi
jauh dari yang disayangi
kau masih terus mencari
berlari

Terjatuh malu berdarah luka
ratumu hilang tanpa kesan
kebanggaanmu lesap dibawa lari
merbahaya api tak dikenali
kawan barangkali lawan
dan semua ini adalah balasanmu

Hidup kau berubah megah
kau asyik dengan wanita
kau takutkan kehilangan
hilang harta hilang nyawa

Hujan petang turun menyejukkan
ibumu sendirian
rumah sepi ditinggalkan
ibumu di jalanan
mencarimu, menunggumu


Tolong sayangi ibu kamu selayaknya!















Monday, 15 August 2011

Sisa di medan tempur


















letakkan pistol egomu 
hentikan semua yang telah kau lacuri
banyakkah peluru dendammu
oh! kau bunuh yang tak berdosa

pandai kau bermain kata dusta!
kau cipta bukti dan saksi
media jadi abdimu
perintah apa saja tak diingkar

Oh dunia bangkitlah
lihatlah saudaramu
sakit dan juga mati
nyawa mohon simpati
untuk mereka perjuangkanlah maruah keamanan

menangis si anak kecil ini
dicari ibu yang telah mati
tak dapat dia bezakan antara darah dan lumpur

sang suria telah pergi, bosan
sang rembulan tak tenteram
gelita masih ada letupan
tak sunyi malam yang dingin..

Oh dunia bangkitlah
lihatlah saudaramu
sakit dan juga mati
nyawa mohon simpati
untuk mereka perjuangkanlah maruah keamanan

anak kecil
anak kecil
anak kecil
anak kecil.....

Oh dunia bangkitlah
lihatlah saudaramu
sakit dan juga mati
nyawa mohon simpati
untuk mereka perjuangkanlah maruah keamanan

Oh tuhan tolonglah
kasihankan mereka
walau syahid matinya
terangkanlah dunia
sesungguhnya kemenangan milik kebenaran

Sunday, 14 August 2011

Amei Chan

dia menatap awan biru
dia tak mengerti maksudku
apa yang ada di dunia pasti ada yang punya

dia mendengar yang di bawah
katanya ada kehidupan
dia tak kan mudah lelah
Tuhan tunjukkan jalan

dan bila
ayahnya jatuh rebah ke tanah
air mata bercucuran
mengalir hiba di pipinya

sendirian di jalanan
tak berteman dirinya

mencari Tuhan
Tuhan tunjukkan jalan.


Sebuah lagu yang ditulis mengenai watak amei di dalam novel Wo Ai Ni Allah.


Wednesday, 3 August 2011

Gadis, pulanglah ke pangkuan ibu.

Malam ini bukannya sukar
untuk mencari pergerakan umat manusia
realiti zaman hari ini
oh berjutaan misteri yang menjadi-jadi

Lampuan neon menyaksikan sendiri
gadis-gadis muda tidak bertali

Malam siang berterbalik
bangga maruah dijualbeli
mana letaknya harga diri

Pulanglah ke pangkuan ibu
pulanglah ke pangkuan ibu
dan jadilah gadis yang disayangi


Satu dua tiga!

Aku, Engkau, Kita, Semua..

Wajar bersatu di bumi yang palsu
mereka bermata satu
ayuh berlari tinggalkan matahari
menuju realiti

Kita perancang masa hadapan
Tuhan menentukan

Andai kita leka dan tak langsung sedar
terus bermimpi
bangkit nanti dunia sudah mati

Jangan mudah percaya
pada semua media
mungkin propaganda

berita dunia di tv
tak semua terbukti
jangan menuding jari
pada mereka yang digari

keadilan di mana!?



Media = Lies?